Lalu setelah kau mencoba buah buah yang masam, kau mengerutkan dahimu. Cukup sebagai pertanda bahwa kau tak tahan dengan rasanya. Tapi tidak membuatmu berhenti sampai disitu. Kau masih mencoba buah buah yang lainnya.
Kau kenal cinta?
Seperti itulah. Seperti kita memakan buah yang masam.
Walaupun kita tak suka, dan akhirnya hanya menimbulkan sakit perut, tapi kita tak berhenti mencobanya. Karna dibalik semua rasa tsb tersimpan kenikmatan tersendiri.
Kau tahu rindu?
Ku tak bisa mengibaratkannya dengan buah. Dia adalah misteri. Kadang tak bisa berhenti. Sejenak kupikirkan, bahwa rindu membuang banyak energi. Ah ya, seperti berlari dalam derasnya hujan. Kadang kita lupa dimana harus berhenti. Kadang tempat tujuan pun terlewati. Sampai tiba ku berhenti untuk berteduh. Hah ternyata, rumahku masih jauh.
Kau tau sesal?
Tak perlu untuk ku jabarkan. Semua orang tahu, dia adalah sang penguasa akhir keputusan. Kau tau senjata untuk melawan sesal?
Ikhlas.
Itulah pelajaran seumur hidupku..
0 komentar:
Posting Komentar