Ketika aku berlari dengan kaki ini, ku jinjitkan sedikit agar tak kentara suara langkahnya.
Aku pergi tiba tiba, diam diam, membawa beribu rahasia.
Berharap akan menemukan tempat untuk menabur rasa sesal, menuai rasa senang.
Dia yang selalu datang tiba tiba pun kini menghilang.
Mungkin bencinya lebih besar dari kobaran api tungku rumah sebelah.
Tak apa.
Setiap manusia memiliki salah.
Menyesal adalah kesimpulan sikapku.
Tak apa.
Setiap manusia bisa berubah.
Bersyukur kan ku jadikan tabunganku.
~~~
0 komentar:
Posting Komentar