"aaah segarnya" kataku sambil mendinginkan badan ini. Hanya untuk ini.
Falling on the rooftop... "
Aku bukan mengeluh.
Bukan pula mengabaikan syukur.
Ini hanya cerita.
Aku pernah jatuh, sejatuh-jatuhnya.
Aku pernah bahagia, se-bahagia-bahagia nya.
Aku sering bertanya pada diri sendiri.
Bagaimana aku bisa tegar menghadapi semua masalah ini?
Kadang ah ingin ku mengadu pada Tuhan. Akhiri semua ujian ini.
Ini adalah tentang apa yang sedang ku pikirkan saat ini...
.
Saat ini, ada hal yang lebih penting dari sekedar mengejar gelar. Bukan tidak penting, bukan pula sengaja mengabaikan. Hanya saja banyak orang yang tak tahu dan tak cukup mengerti perjalanan hidupku. Bagaimana aku berjuang dalam setiap keterpurukan.
.
Ada kisah yang harus ku bagikan, atau hanya cukup ku simpan.
Banyak orang yang mengerti, tapi tak cukup merasakan.
"Memang kita takkan pernah punya rasa yang sama, meskipun kita pernah sama-sama merasa"
.
Tak banyak yang tahu, bahwa aku sering tersenyum saat bersedih, sering tertawa saat terluka, atau sebaliknya.
Tapi anehnya disaat aku membuat orang lain tertawa, aku pun lupa dengan beban yang ada.
.
Terkadang aku berpikir. Apakah bahu sekecil ini mampu menahan beban yang ada?
Aku telah, melalui masa masa. Masa dalam hidup, juga keterpurukan. Ku lalui. Walaupun masih tersimpan dalam memori.
Aku sedang, sedang mengenang masa indah, semata-mata ingin ku buang, kisah yang selama ini membayang.
Tuhan menguatkan hatiku dengan rasa.
Berbagai rasa.
Aku saksi hidup untuk diriku sendiri.
Tak banyak yang ku ceritakan, dan bukan pula suatu keharusan. Biar kupendam. Biar ku curahkan hanya pada Tuhan.
Akupun berterimakasih pada orang-orang yang selalu ada untukku. Menemaniku tanpa lelah. Menasehatiku tanpa bosan.
Aku bersyukur. Aku masih bisa tersenyum. Tanpa ragu.
Terimakasih untuk siang dan malam, yang selalu berikan gelap dan cahaya. Untuk udara yang memberikan ku kesempatan untuk bernafas....
aku tau.
harusnya ada jarak,
antara rinduku kepadamu.
karena,
kita tak sama.
aku sadar.
harusnya ada celah,
antara cinta dan rasa.
atau kita akan menjadi buta.
tunggu saja,
biarkan waktu yang merubah,
segala rindu, cinta, dan buta.
biarkan dia bermimpi,
hingga dia tahu bahwa berharap hanya membuat gundah di hati.
Kadang aku takut pada suatu hal ketika aku terlalu banyak menuntut.
Padahal menurutku semuanya tuntutan santai.
Aku tau meminta dengan paksa hanya akan jadi beban.
Tapi salahkan jika aku memiliki rasa 'mau'?
Kau terlalu kesal.
Mungkin suatu saat kau akan menyesal.
Tak seperti ketika kau merindu pada bayang yang tak menentu. Menggebu. Seolah kau akan pamit esok hari.
Tak seperti kau mengejar bayang dalam tanda yang tlah usang. Semata-mata mencari petunjuk. Padahal kau tahu itu bukan tempatmu.
Jangan memaksa. Apapun yang kau lakukan dan kau inginkan mesti kau pikirkan dengan matang.
Tempat yang kau tuju tidak selalu untukmu, juga
Bayang yang tak menentu pun belum tentu milikmu
Kadang wanita sulit dimengerti.
Padahal inginnya sederhana.
Pembicaraannya memang rumit.
Tapi harapnya tak berbelit-belit.
Kau harus tahu, wanita lemah bukan berarti ia tak mampu.
Kau mengabaikannya seratus kali pun ia akan tetap peduli padamu.
Hanya saja, ada saatnya semua berbalik.
Bahkan jika kau merangkulnya dengan erat, bisa saja ia tak menoleh padamu sedikitpun.
Walau kau kunci hatinya, kau tetapkan ia menjadi pilihanmu. Tapi ketika kau selalu pergi dan mengabaikan wanitamu, jangan harap ia akan menggenggam tanganmu.
Percayalah.
Lelah yang ia rasakan karena menunggu harapan adalah lebih buruk dari apapun.
Percayalah.
Jika suatu saat kau menginginkannya tapi kau tak selalu ada disaat ia membutuhkanmu, mungkin ia akan pergi. Entah karena dia ingin atau mungkin secara perlahan & tak sadar kamu menyuruhnya tuk pergi.
Hargailah wanitamu.
Sesunggugnya kesabarannya tak bisa kau dapat disembarang tempat. Tak bisa kau beli dengan apapun.
sudah sampai di huruf K.. sudah kuduga, alfabet akan habis ku tulis dalam judulku hingga Z. tak apa, dia takkan marah hehe
---
setiap hari aku belajar, mengenai hidup dengan cara mendengar, melihat, bahkan merasakan. mulai dari dicintai, mencintai, menyakiti, disakiti, dan masih banyak lagi..
Kemarin aku belajar, tentang kehidupan seseorang. dimana ia selalu merasa hidupnya dalam kesusahan, kesakitan, dan lain-lain.
Hari ini aku belajar tentang sabar. Bagaimana menunggu sesuatu yang belum pasti. Bagaimana menghadapi seseorang yang selalu ingkar dengan janjinya. Bagaimana ketika kita terlalu berharap lebih, dirangkul seujung kuku, dan dengan cepatnya ia berlalu tanpa pamit terlebih dahulu.
Semua wanita berkekasih pasti pernah merasakan, bagaimana ia ingin dianggap begitu berarti oleh kekasihnya.. Wanita itu sebenarnya sederhana. Hanya saja pembicaraannya yang rumit. Inginnya pun tak neko neko. Hanya saja pria tak mengerti apa maunya. Mereka hanya bisa mengatakan bahwa wanita terlalu berlebihan. Terserah. Tak apa. Hanya saja suatu saat kau pasti merasakan bagaimana diabaikan ketika kau menganggap seseorang begitu berarti untukmu.
Kadar kesulitan seseorang itu gak akan pernah bisa diukur. Cuma bisa dirasain, oleh orang itu sendiri. Tugas kita adalah untuk memberikan semangat, bukan untuk "menganggap remeh" ("yaampun gitu aja kok... ") karna kamu gak pernah ngerasain apa yg mereka rasain.. dan yang dikasih semangat juga jangan mudah tersinggung, berpikir positif karna itu bentuk kepedulian mereka sama kamu..
..
...
Ya oke, mungkin si pemberi kepedulian capek ngeliat tingkah orang yang dikit dikit nyerah, karna kamu menganggap bahwa kamupun bisa melalui dan menghadapi segala masalah yang datang kepadamu dan merasa kamu lebih kuat dari mereka.
Tapi satuhal yang harus kamu tau, pada kenyataannya kamu itu gak pernah benar2 tau apa yang sedang mereka rasakan, kesulitan apa yang mereka hadapi, trek seperti apa yang sedang daki.
.
..
Oke, mungkin si penerima kepedulian kezal karna diomongin terus kayak gitu. Wajar. Kamu sedang sensitif.
Tapi satuhal yang harus kamu tau, terkadang mereka benar benar dan bersungguh-sungguh peduli kepadamu sampai dia mengabaikan kepentingannya sendiri..
#kesimpulannya sederhana kok, saling mengerti dan saling menghargai..
Allah mungkin lagi sayang sayang nya sama aku. Dikasih cobaan tiada henti. Selesai satu, dateng lagi yang lain.
This is life. Ga ada yang mudah.
Orang bilang roda kehidupan berputar. Aku memegang prinsip itu untuk bertahan.
Aku yakin suatu saat nanti hidupku takkan sesulit ini. Hanya saja sekarang aku sedang berada pada titik terendah.
Ya Alloh... Hanya Engkau yang kekal, kasih-Mu juga pertolongan-Mu
Berharap boleh boleh saja, tapi kau harus tau porsinya. Makan terlalu banyak pun tak baik bukan?
Sedih? Iya.
Malu? Iya.
Cape? Iya.
Hopeless? As always.
Tapiya gimana. Bukan ke tuntutan sih. Lebih ke tanggungjawab. Bertanggungjawab atas apa yang telah kita mulai. Mau ga mau. Ga bisa jadi sunah, tapi fardu hukumnya.
Mau udahan aja rasanya.
Liat orang2 kayaknya lancar lancar aja. Tapi aku? Kyaknya tuh adaaa aja hambatan, rintangan, dan lain lain nya.
Harus sabar.
Ga boleh males.
Memang benar.
Andai saja.
Ah sudah.
Sedih :(
Sabar saja. Itu kata orang.
Ah ya, kuberitahu kamu. Jangan terlalu menaruh hati kepada yang belum pasti. Jangan terlalu menggebu-gebu karna tak kuasa menahan rindu. Cukup. Cukup hanya simpan dalam hati. Atau kau akan sakit sendiri.
Percuma saja.
Menanti tapi tak diharapkan.
Berharap tapi tak dinantikan.
Sudah tau takkan menjadi spesial.
Mengapa terus memaksa?
Sampai akhirpun akan terus begitu.
Dengan polosnya dia bertingkah seolah tak bersalah.
Maafpun tak terdengar.
Entah lupa.
Entah sengaja.
Walaupun hatimu sakit.
Kau harus menahan nya.
Demi kebaikanmu sendiri.
Demi kesembuhan hatimu sendiri.
Berlatihlah.
Karna tak selamanya orang baik akan selalu baik
Tak selamanya orang yang sayang akan selalu perhatian
Sudah ku bilang.
Mandirilah dalam urusan hati.
Jangan sampai kau tersakiti lagi.
Sia-sia.
Percuma.
Hanya kedukaan yang kau rasa.
Biarlah dia nyaman dengan hidupnya sendiri.
Kau pun sama.
Untukmu yang selalu diabaikan.
Bertahanlah.
Duka tak selalu ada.
Tak perlu kau menuntut setiap orang untuk nyaman dan selalu berada di dekatmu. Mereka punya pilihan. Ku saran kan jangan terlalu menaruh hati pada orang yang belum benar-benar seutuhnya menjadi milikmu, karna sakit bisa terjadi kapan saja.
Ah ya. Ku percaya sekarang bahwa tak ada yang kelal tentang apapun pada manusia. Termasuk urusan hati. Kadang kau harus mandiri. Entah itu hidupmu atau tentang perasaanmu. Kau pun harus pandai mengelolanya.
Jangan mencintai terlalu dalam atau sakitnya akan lebih dalam. Mencintai sewajarnya, karna ada hal yang harus sangat sangat kita cintai yaitu Tuhan. Percayalah. Hanya Dia yng punya segala sesuatu yang kekal. Maka bergantunglah padanya.
Aku tahu kita tak begitu jauh. Tapi juga tak sedekat bayang bayang.
Mungkin ku bisa menyentuh bayangmu lewat sinar matahari yang dipantulkan pada suatu objek.
Banyak hal yang ku renungkan tentang bagaimana caranya agar ku bisa menyentuhmu, walau hanya ujung rambutmu. Tapi aku tak bisa.
Sebenarnya ketika seseorang mengatakan bahwa ia mampu seratus kali, seharusnya kau bisa memastikannya seribu kali. Karena biasanya, orang yang selalu kuat bukan karena mereka benar benar orang yang kuat. Tapi mereka hanya mencoba untuk menguatkan diri. Dekaplah mereka, karna mereka bisa rapuh kapan saja. Tak seperti besi kebanyakan. Percayalah, bahwa membuat seseorang nyaman dengan caramu dan dengan keinginannya adalah suatu kebahagiaan yang tak bisa didefinisikan.
Lalu setelah kau mencoba buah buah yang masam, kau mengerutkan dahimu. Cukup sebagai pertanda bahwa kau tak tahan dengan rasanya. Tapi tidak membuatmu berhenti sampai disitu. Kau masih mencoba buah buah yang lainnya.
Kau kenal cinta?
Seperti itulah. Seperti kita memakan buah yang masam.
Walaupun kita tak suka, dan akhirnya hanya menimbulkan sakit perut, tapi kita tak berhenti mencobanya. Karna dibalik semua rasa tsb tersimpan kenikmatan tersendiri.
Kau tahu rindu?
Ku tak bisa mengibaratkannya dengan buah. Dia adalah misteri. Kadang tak bisa berhenti. Sejenak kupikirkan, bahwa rindu membuang banyak energi. Ah ya, seperti berlari dalam derasnya hujan. Kadang kita lupa dimana harus berhenti. Kadang tempat tujuan pun terlewati. Sampai tiba ku berhenti untuk berteduh. Hah ternyata, rumahku masih jauh.
Kau tau sesal?
Tak perlu untuk ku jabarkan. Semua orang tahu, dia adalah sang penguasa akhir keputusan. Kau tau senjata untuk melawan sesal?
Ikhlas.
Itulah pelajaran seumur hidupku..
Aku pernah mengalami, ketika berada pada titik terendah dalam hidup.
Ternyata benar, mereka bukan lebay tentang hal hal yang selalu mereka keluhkan. Aku pun tak mewajarkan segalanya. Hanya saja kamu perlu merasakan dulu, setidaknya sedikit, maka kamu bisa membuat kesimpulan atas opinimu itu.
Aku percaya. Roda kehidupan berputar, mungkin bisa 360 derajat. Aku mengalaminya.
Sempat ku mengeluh dan hampir kehilangan akal sehatku, tapi Tuhan yang menguatkan aku. Semakin dekat dengannya, semakin kuat kita dirangkulnya.
Menyembuhkan hati yang luka tak melulu soal waktu. Kau pun harus memiliki niat. Satu tahun belum cukup untukku menyembuhkan segala sakit yang ku rasa. Ikhlas adalah hal paling sulit.
Hampir saja aku membuat sabarku membatu. Aku menjadi keras. Tak tahu kemana harus melangkah.
Sekarang aku tak terlalu peduli apa yang orang nyanyikan dibelakangku.
Dan memang benar apa yang dikatakan Ali bin Abi Thalib.. Terhitunglah sudah siapa yang tepat berada disisi sulit ini..
Aku bersyukur. Setidaknya masih ada yang tahu bagaimana perasaanku sesungguhnya..
Tak terasa sebulan sudah diabaikan. Meski tak melulu tentang dia, hati berbicara pada jiwa nya sendiri. Tak bisa dipungkiri memang. Engkau pun tak salah. Dia juga sama. Hanya saja keadaan mendesak secara tibatiba. Bukan sengaja. Percayalah, semua akan baik baik saja.
...
"Suatu saat nanti kau akan tahu, bagaimana meredakan perasaan yang menggebu"
Ketika aku berlari dengan kaki ini, ku jinjitkan sedikit agar tak kentara suara langkahnya.
Aku pergi tiba tiba, diam diam, membawa beribu rahasia.
Berharap akan menemukan tempat untuk menabur rasa sesal, menuai rasa senang.
Dia yang selalu datang tiba tiba pun kini menghilang.
Mungkin bencinya lebih besar dari kobaran api tungku rumah sebelah.
Tak apa.
Setiap manusia memiliki salah.
Menyesal adalah kesimpulan sikapku.
Tak apa.
Setiap manusia bisa berubah.
Bersyukur kan ku jadikan tabunganku.
~~~
Pagiku datang dengan sinar yang ragu.
Membuatku bertanya apakah ia sedang malu malu?
Walau begitu kita semua harus tau, bahwa semesta dicipta untuk dijaga.
Kamu dicipta untuk merasa.
Merasa cinta yang manis seperti gula.
Ah sudah. Masih pagi.
Cintaku masih terbalut dalam mimpi.
Ah ya. Aku ingat dengan jendela yang belum sempat ku tutup dengan rapat. Bagaimana ini? Haruskah ku memutar balik? Tidak mungkin rasanya. Ya sudahlah. Biarkan sebagaimana adanya saja. Paling kucing nakal yang masuk ke dalam kamarku.
Setelah hujan selesai dengan tetesan terakhirpun aku belum dengar lagi kabar darinya? Sungguh ku rindu. Menyiksa, tapi tak membuat sesak. Sepotong kue coklat kesukaan mama ku lahap sampai habis sambil ku tunggu kabar darinya.
Kampusku sangat penuh sesak, orang beramai-ramai mengurus kartu rencana studi mereka. Aku sudah selesai dua hari yang lalu karena dosen pembimbingku akan berangkat untuk proyek penelitiannya. Syukurlah. Setidaknya aku tenang dengan urusan kampusku.
Bagaimana dengan jendela dan seseorang yang selalu ku tunggu dibaliknya? Sedih rasanya..
HOPE Template by Ipietoon Cute Blog Design