Selasa, 25 Oktober 2016

Tentang seseorang dan satu kuintal ceritanya (part 2)

aku tak terlalu menanggapi omongan Aldo yang memang kadang ngelantur gak jelas.
oh ya, Aku Talita. wanita 17 tahun asal Jawa Barat kelas XI yang kini bersekolah di SMA Negeri Sejahtera III. sudah 2 tahun aku mengenal Aldo dan tingkah anehnya, juga tatapan yang kadang membuatku terganggu.

dia adalah sahabat terdekatku. bukan karna teman ku kebanyakan pria, bukan. aku dekat dengan siapapun di sekolah. sebagai organisatoris tentunya aku banyak bertemu orang-orang yang berbeda-beda setiap harinya. sehingga hampir tiga perempat dari seluruh populasi siswa yang ada ku ketahui namanya, walau kadang aku lupa. wajar, manusiawi (hehehe).

---

waktu sudah menunjukkan pukul 12.50 WIB, waktunya untuk masuk kelas setelah perut ini terisi mie kuah dengan telur setengah matang ala Bu Minah yang lezat. kantin dibelakang sekolahku memang terkenal dengan olahan mie yang dibuat oleh Bu Minah, selain harganya yang sangat manusiawi.

ah bisa mati aku jika melewati detik walaupun hanya 1

ini adalah pelajaran yang selalu dicemaskan oleh semua orang, matematika. di SMA ku guru ini sangat terkenal dengan ke-killer-annya. telat satu menit, sudah..mati lah absensi kita. aku tidak pernah cemas dengan materi yang diberikan, hanya saja waktunya.. Oh Tuhan.. andai guru ini bisa berbaik hati memberikan waktunya walau hanya satu detik.

Huh 12.58.. untunglah, aku tidak terlambat masuk kelas. dan seperti biasanya, bapak matematika telah duduk manis di meja guru, dia selalu hadir 10 menit sebelum pelajaran dimulai.

"baiklah anak-anak, sudah jam 13.00 mari menutup pintu, dan kita mulai pelajaran dengan membaca doa.  berdoa di...."

"Pak!" 

terdengar seseorang mengetuk pintu dengan suara tergesa-gesa dan nafas yang tidak karuan.

Haaahh Aldo lagi.

entah lah, harus berapa langit lagi ku ingatkan dia agar tidak terlambat untuk masuk kelas..

**bersambung**

1 komentar:

 

HOPE Template by Ipietoon Cute Blog Design