Senin, 24 Oktober 2016

Tentang seseorang dan satu kuintal ceritanya (part 1)

seseorang sedang senang menatapku dari kejauhan, akupun merasa terganggu dengan tatapan tajam dari matanya..
tidak. mungkin dia tidak berniat jahat. hanya saja keseriusan tatapannya membuatku takut, takut akan dengan tatapan balik dari diriku yang pada akhirnya tak dapat ku alihkan.

ah.. ternyata dia adalah teman sekolahku.

aku belum menceritakan padamu tentang minusku yang terus bertambah satu setengah, entah mungkin karena usia atau karna buku-buku yang kini terpajang sangat rapi yang kususun di rak di pojok kamarku. buku itu menjadi saksi perjalanan hidupku. yang kini hampir tidak pernah kubaca.
mungkin karna kacamataku yang semakin tebal sehingga aku tak bisa mengenali tatapan yang sudah dua tahun biasa ku lihat, hampir setiap hari karna kita satu kelas dan bertetangga 300 meter dari rumahku.

dia, si lelaki dengan tatapan tajam... aldo namanya.

perlu aku sadari dengan status 'jomblo' ku ini, aku kesepian. ya benar, aku mengakuinya dengan rasa malu yang menderu. seumur hidupku hanya Roy lah mantan kekasihku, itupun dimulai sejak kelas 6 SD hingga satu SMP. (you will know wahai 94th' generation. we called it 'cinta monyet'. benar kan?).

sekarang Roy sedang menempuh pendidikan militer di Negara tercintaku, Indonesia. Tubuhnya kekar, kulitnya sawo matang, rambutnya ikal sebahu (walaupun pernah lurus karna rebonding :D ), itu 2 tahun yang lalu. 2 hari yang lalu aku betemu dengannya secara sengaja karna reuni SD Harapan Nusa IV. dia hitam, rambutnya menghilang, dan tubuhnya semakin kekar. ah roy, kau membuatku sedikit menyesal karna telah membuat keputusan yang salah dahulu. tapi tidak! tidak! tidak!. aku takkan pernah kembali bersamanya sebagai sepasang kekasih (lagi), karna Roy telah menjadi teman baikku sekarang.

Aldo lagi. masih menatapku selama 2 menit. tak bosan kah dia? atau atau ada yang salah dengan wajahku?Oh tidak! lalu ku ambil kaca mini dari tas ku.. Hahhh lega tak ada yang salah dengan eyeliner, mascara atau upilku.

ku hampiri dia dan berkata,
"Al.. Aldo.. Woy sadar do! Ngapain sih ngeliatin aku terus dari tadi?"
Aldo menjawab,
"Kamu cantik banget sih ta hari ini.. oh talita ku.. maukah kau menjadi kekasihku?

**bersambung**

0 komentar:

Posting Komentar

 

HOPE Template by Ipietoon Cute Blog Design